Dalam rangka peningkatan kompetensi dosen agama yamg diselenggarkan oleh Kemenag Subdit PAI pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) pada hari Senin hingga Rabu (15,16,17/07/2019), di hotel Ibis Serpong yang diikuti sekitar 62 dosen dari 3 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten dan Lampung. Dosen agama dari Universitas Pamulang diwakili oleh 7 dosen yaitu Husein Imbali, Deni Darmawan, Budi Mulia, M. Mualif, Endah Mawarny Alydrus, Fil Isnaeni dan Yenni Marinatul Hasanah, dan 1 Dosen Stikes Whidya Darma Husada Pamulang yang diwakili oleh Mudzakir, serta perwakilan Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam (ADPISI) oleh Ahmad Ary Mashury. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari.

Narasumber pada sesi pertama adalah Agus Afandi, dosen UIN Sunan Ampel. Dalam paparannya, Agus mengambil tema tentang “Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi Dosen PAI di PTU”. Agus menjelaskan, bahwa minat dan pengembangan riset serta pengabdian kepada masyarakat (PKM) dosen agama di PTU masih sangat rendah. Ditambah berbagai kesulitan yang dihadapi oleh dosen agama. Realitasnya, dosen agama banyak yang merasa kesulitan mengembangkan karir akademik, belum banyak mengembangkan riset dan PKM, belum banyak melakukan publikasi ilmiah, hingga terlibat dalam konferensi international.

2 hotel ibis

Agus juga menuturkan, pengalaman dosen agama hanya lebih banyak dalam mengajar dikelas, pengembangan metode pengajaran, namun sangat kurang dalam pengembangan karya ilmiah. Dosen agama harus bisa melihat dan mengambil peluang riset, PKM, publikasi serta mengikuti seminar nasional dan international.

Sebagian pandangan, keberadaan dosen masih dipandang sebelah mata. Keberadaanya tidak diberikan tempat dalam mengembangkan riset, pengabdian pada masyarakat, publikasi ilmiah dan terlibat dalam konferensi international. Kalaupun peluang kecil, dosen agama harusnya mampu memanfaatkan peluang tersebut. Jangan pernah menyerah sebab peluang itu akan selalu ada. Jika dosen agama sudah mampu melakukan itu, maka akan diberikan jatah untuk bisa riset dan PKM.

3 hotel ibis

Agus juga menuturkan, dosen agama bisa mengambil isu-isu sehari-hari. Isu itu bisa diangkat dan dijadikan riset untuk kita. Begitu juga dengan PKM, bisa kita laksanakan dengan hal yang dekat dengan masyarakat, bahkan jika perlu pelatih, bisa kita panggil pelatih tersebut untuk bekerjasama hingga PKM kita berjalan dengan baik.

Agus juga banyak memberikan pengalaman PKM-nya. Diantaranya beberapa desa yang miskin, tertinggal atau desa yang membutuhkan untuk diberdayakan. Dosen agama diharapkan bisa seperti itu. Tidak hanya memberikan penyuluhan, ceramah kemudian selesai. Tapi dosen agama bisa melakukan riset dan PKM dengan berpartisipasi, berkolaborasi, berdialog, berdiskusi, wanwancara. Metodologi ini disebut sebagai Participatory Action Research (PAR). (deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *