Yogyakarta. Dosen agama yang tergabung dalam lembaga kajian keagamaan Universitas Pamulang (LKK-UNPAM) pada Senin (22/07/2019) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah Nurul Ummah (MANU) di jalan  Raden Ronggo KG II/982 Kotagede Yogyakarta. Materi pertama disampaikan oleh yang disampaikan oleh Deni Darmawan, M.Pd.I dan Septian Arif, M.Pd.I mengenai optimalisasi dakwah  melalui media sosial bagi generasi millenial. Sedangkan materi ke dua disampaikan oleh Subhan Fadhli, M.A dan Husein Imbali, M.A. mengenai tantangan hafidz bagi generasi milenial. Materi ke-tiga disampaikan oleh Dr. Budi Mulia, M.Pd.I dan Andi Sulasmi, M.A, mengenai tantangan Pendidikan Agama Islam di era digital 4.0.  Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa dari Ponpes dan MA Nurul Ummah serta Ponpes Hidayatul Mutadi’ien. Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa dan santri mengetahui tentang tantangan era digital, dan mampu menyikapi penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas diri dengan tetap menjadi insan yang beriman, bertakwa dan menguasai IPTEK.  

1 pkm jogja ok

Dalam sambutanya, Hj. Nyai Barokah Nawawi selaku pimpinan pondok pesantren Nurul Ummah mengucapkan terima kasih atas kedatangan dosen agama UNPAM. “Saya ucapkan terima kasih atas kedatangan para dosen UNPAM yang jauh-jauh sudah datang dari Tangerang Selatan. Kami sangat bahagia, senang, dan menyambut baik acara ini,” terangnya. Beliau juga menyampaikan nasehat kepada para santri dan siswa. “Untuk menjadi tahfidz atau penghafal al-quran selalu ingin mendapat masukan, pengarahan, bimbingan hingga apa yang kita cita-citakan tercapai. Jadikan Al-Quran menjadi panutan, imam dan pedoman dalam hidup. Al-Qur’an senantiasa memberi kemanfaatan dam kebaikkan di dunia dan di akhirat,” jelasnya. “terlebih di era ini, tidak mudah menghafal Al-Quran, sebab banyak godaannya, lebih berat tantangannya. Berbeda dengan para  hafidz dahulu, tantangannya ringan, paling hanya masalah papan, pangan,” lanjutnya.

2

Sambutan kedua, datang dari ketua lembaga kajian keagamaan, Sofyan Hadi Musa, M.A. Beliau merasa bahagia dan beruntung bisa silaturuhmi ke pondok pesantren Al-Qur’an. “Sampainya kami disini (ponpes Nurul Ummah) seperti kembali ke rumah sendiri. Banyak dosen agama UNPAM juga alumni pesantren Al-Quran. Jadi seperti rumah sendiri,” ungkap Sofyan. “Kami dari Lembaga Kajian Keagamaan UNPAM (LKK-UNPAM) notabennya adalah Universitas umum, namun mempunyai visi dan misi humanis religius. Kegiatan keagamaan di UNPAM bisa dikoordinir dengan baik. Kami berusaha untuk menangkal aliran atau isme-isme yang dilarang oleh kampus,” jelas Sofyan.

5

Kegiatan ini bisa diselenggarakan dengan baik berkat kerjasama yang baik antara dosen agama dari berbagai prodi dan pihak pondok pesantren. Adapun dosen agama yang sudah banyak perpartisipasi demi suksesnya kegiatan ini diantaranya Sofyan Hadi Musa, Subhan Fadhli, Fil Isnaeni, Husein Imbali, Septian Arif, Amaliyah, Mudzakir, Deni Darmawan, , Fatimah Askan, Mukhlisin, Kusumawati, Yenny Merinatul H, Abu Bakar Dja’far, Ma’fiyah, Ahmad Yani Nasution, Moh. Djazuli, Robby Kharisma, Muallif, Andi Sulasmi, Mukhoyyaroh, Budi Mulia, Imam Shofi’i, Yunus, Anisa, dan Andi. Sedangkan mewakili mahasiswa UNPAM adalah Nur Alifah, Idrus, Riyan Hidayatullah dan Wulan. (deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *