Tangerang Selatan. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama Duta Zakat menggelar kegiatan Masa Orientasi Duta Zakat (Moduz) pada Minggu (09/03/2020) di Gedung Universitas Pamulang Pusat ruang kaca lantai 2.  Narasumber yang menjadi kegiatan ini adalah Deni Darmawan, M.Pd.I dosen agama prodi D-III Sekretari. Kegiatan ini mengambil tema  “Membangun Jiwa Kepemimpinan Dengan Interasi Komitmen”. Sekitar 40 mahasiswa yang menerima beasiswa mengikuti kegiatan ini, dengan harapan terbentuknya jiwa kepemimpinan dan pengetahuan seputar zakat.

1

Deni menjelaskan, bahwa pemimpin dan kepemimpinan itu berbeda. “Pemimpin adalah pemegang kendali organisasi, perekat organisasi, ia sebagai penggerak, dan orang yang mengembangkan organisasi. Sedangkan kepemimpinan adalah prosesnya. Seorang pemimpin harus menjalankan proses mempengaruhi anggota untuk mencapai tujuan, ada proses mengajak, proses mengarahkan kepada anggota, ia mampu menggerakkan anggotanya, mengerakkan kegiatannya, proses membimbing, hingga proses manajerial, ke semua proses itu adalah untuk mencapai tujuan organisasi” ujar ketua Web Keagamaan Unpam ini.

Deni melanjutkan, bahwa pemimpin itu bukan hanya dilahirkan, tapi pemimpin itu bisa dibentuk oleh pengalaman dan pendidikan dan dikembangkan bakat-bakatnya. “Menurut teori genetis, bahwa pemimpin itu dilahirkan, ditakdirkan. Namun dalam teori sosial, pemimpin itu bisa dibentuk dengan pengalaman dan pendidikan. Teori ekologis juga mengatakan, jika seseorang sudah mempunyai bakat pemimpin, kemudian bakat itu dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman,” ungkap Deni sebagai pembina Jurnalis Duta Zakat (Judaz).

Deni menambahkan, untuk menjadi pemimpin harus mempunyai sifat seorang pemimpin. “Pemimpin harus mempunyai kecerdasan, integritas, keramahan dan kecintaan, antusias, fokus, sehat jasmani dan mental, mempunyai kemahiran teknis, menjadi guru yang baik, dan kepercayaan,” jelasnya.

6

Deni juga mengatakan, seorang pemimpin juga harus mempunyai sifat nabi. “Nabi Muhammad Saw mempunyai sifat siddik (benar), mempunyai sifat amanah (kepercayaan), sifat fathonah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). Sifat nabi ini harus dimiliki oleh seorang pemimpin,” terangnya.

Deni juga mengatakan, pemimpin itu harus mempunyai kompetensi dan harus mengembangkan kompetensinya. “Seorang pemimpin harus mempunyak kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi kepemimpinan,” jelasnya. “Kompetensi bisa kita pelajari, kita kembangkan. Makanya, untuk memperoleh kompetensi tersebut yaitu dengan terus belajar, lakukan perubahan kecil, terus dikembangkan, kemampuan adaptif yaitu dengan menerima dan mempelajari segala perubahan situasi dan kondisi. Ia juga harus fokus dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” tutupnya. (Den)

4

2 thoughts on “Leadership Skill : Terus Belajar dan Kembangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *