Kampus Unpam Mengaji (KUM) kembali digelar secara online di rumah masing-masing dengan menggunakan video conference pada Kamis malam (16/04/2020) pukul 20.00 Wib dengan tema “Menyambut Ramadhan di Tengah Pandemi Corona”. Deni Darmawan, S.Sos.,S.Pd,.M.Pd.I selaku dosen pembimbing dan host, mengajak kepada mahasiswa Universitas Pamulang untuk bergabung agar kegiatan di rumah bisa bermanfaat dan menambah ilmu serta meningkatkan iman.

foto kum online_ok

Kegiatan KUM secara online merupakan sebuah program dari Lembaga Kajian Keagamaan (LKK). Kegiatan ini terlaksana karena komitmen dari dosen agama berbagai prodi untuk bisa mengoptimalisasikan kegiatan keagamaan di tengah wabah covid-19.

Ditengah KUM online, Deni menyampaikan tentang wabah covid-19 yang menimpa Indonesia.“Negara kita sedang menghadapi ujian, ini merupakan takdir Allah. Bagi orang-orang yang beriman yang terkena wabah corona merupakan ujian, rahmat, penghapus dosa, pengangkat derajat. Jika ada yang terkena dan meninggal, matinya syahid,” terang pengurus web keagamaan ini penuh semangat.

“Bagi yang belum terpapar, kita harus berusaha berikhtiar sekuat tenaga untuk tidak terkena. Tinggal di rumah merupakan usaha kita menjadi garda terdepan untuk memutus rantai penularan. Semua kegiatan ibadah, bekerja dan belajar di rumah. Bahkan saat Ramadhan tiba, semua kegiatan amaliyah di rumah saja. Ramadhan ini menjadi hal yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Mari kita sambut dengan suka cita dan rasa syukur karena usia kita sampai pada bulan Ramadhan,” jelas dosen agama Prodi Sekretari ini.

Deni melanjutkan, agar Ramadhan lebih berarti dan bukan ritual tahunan biasa, harus dipersiapkan dengan baik. “Jangan biarkan Ramadhan lewat tanpa memberi bekas dan makna bagi hidup kita. Puasa jangan sekedarnya hanya menahan haus dan lapar tapi pahalanya hilang. Jangan rajin ibadah di Ramadhan saja, di luar Ramadhan malah kembali bermaksiat. Mari kita mengaji, mencari ilmu, sering-sering ke majlis, evaluasi diri, sambil bersihkan hati dan pikiran dengan selalu berdzikir kepada Allah. Sehingga ketika bisa menyambut bulan Ramadhan, betul-betul kita sambut dengan penuh syukur dan keimanan,” ungkapnya.

Deni memberikan sedikit pencerahan mengenai bulan suci Ramadhan kepada mahasiswa. “Ramadhan menjadi bulan teristimewa, karena bulan ini  diturunkan Al-Quran, adanya malam lailatul Qodr, disyariatkannya sholat taraweh, dianjurkan beri’tikaf, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dosa diampuni, umroh seperti pahala haji dan Ramadhan menjadi bulan prestasi dan menempa kualitas diri hingga menjadi orang yang bertakwa,” tuturnya dengan penuh semangat.

Diakhir sesi, begitu banyak pertanyaan dari mahasiswa. Ada Tazkiyah Aulia mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (stikes) Widya Dharma Husada. Pertanyaan juga datang dari Saiful mahasiswa prodi manajemen dan ketua duta zakat. Pertanyaan juga dilontarkan dari mahasiswa lain dari berbagai prodi diantaranya ada Alif, Muhammad Ulung, Ayi dan Ridho. (den)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *