Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang (LKK-Unpam) menggelar rapat bersama Wakil Rektor II (Warek II) Dr. Subarto, M.Pd. di Masjid Darul Ulum Kampus 2 Viktor pada Sabtu (8/8/2020). Rapat ini merupakan koordinasi dan membangun komunikasi agar timbul sebuah komitmen dosen-dosen agama dalam pengimplementasikan visi-misi Unpam yang religius. Warek II mendorong kreativitas dan produktivitas LKK untuk terus berkiprah dan muncul kemandirian dalam memajukan LKK-Unpam.  

1 copy

Dalam arahannya, Subarto menyampaikan untuk memahami visi Unpam. “Kalimat ‘religius’ merupakan tanggung jawab kita, bagaimana mengimplementasikan visi tersebut dalam sebuah tindakan yang riil, tindakan yang nyata, tidak hanya di atas kertas, tapi bisa diwujudkan dengan baik, dengan tekad dan nawaitu yang kuat,” jelasnya.

Beliau melanjutkan, bahwa masjid Darul Ulum merupakan rumah sekaligus pembentukkan nilai-nilai religius. “Yayasan telah menghadiahkan masjid ini. Masjid yang dibangun dengan megah dengan segala fasilitasnya. Ini merupakan rumah kita yang harus kita memakmurkan sebagai sebuah kewajiban. Dari masjid ini akan tumbuh nilai-nilai religius. Tidak hanya cerdas akalnya saja (intelektual) tapi juga cerdas secara spiritual dan rohaninya, terbentuk akhlak yang mulia,” paparnya.

“Dalam mewujudkan visi yang religius, dibutuhkan sebuah rencana (planning), tidak sekedar rencana yang ditulis di atas kertas, namun betul-betul bisa diwujudkan dengan sebuah tindakan nyata dan rill dengan sebuah nawaitu yang kuat,” sambungnya.

3 copy

Subarto juga memberikan arahan, agar dibuat program-program baik secara offline atau online. “Semua program-program masjid bisa disosialisasikan dengan baik melalui media digital. Program-program tersebut merupakan implementasi dari visi-misi Unpam. Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan dalam membuat program. Kita bisa gunakan berbagai macam program online dengan berbagai aplikasi. Program offline bisa juga kita laksanakan dimasjid dengan menggelar sholat, khutbah jumat, tausiah, dan program-program lainnya,” tuturnya.

“Hal terpenting juga dengan selalu koordinasi dan melakukan komunikasi dengan Kaprodi. Agar program-program LKK bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya. LKK bisa menjelaskan secara menyeluruh program-program keagamaan kepada Kaprodi. Dosen agama juga melakukan lintas prodi dalam mengajar. Dalam program-program besar keagamaan, prodi-prodi kecil sulit untuk melakukannya, jadi semua bisa disinergikan untuk melakukan even yang besar bersifat nasional atau international. Dengan melakukan komunikasi dengan Kaprodi, semua program keagamaan akan didukung. Semua pimpinan termasuk Rektor akan mendukung juga,” lanjutnya.

4 copy

Subarto juga mengingatkan, agar dosen LKK bisa berkreativitas dan muncul kemandirian. “Dosen agama harus aktif, munculkan kreativitas-kreativitas. Wujudkan dalam program-program hingga LKK bisa mandiri. Dosen yang tidak aktif akan menjadi beban lembaga saja. Dosen diharapkan produktif, tidak diam saja. Tidak hanya mengajar dan langsung pulang. Dosen bisa mengembangkan LKK agar lebih maju. Manajemen bisa berjalan jika semua unsur bergerak, divisi berjalan dengan programnya. Dosen yang hari ini tidak bertemu saya, mungkin bisa diagendakan selanjutnya,” tutupnya. (deni)