Selasa (4/9/2018) menjadi hal yang teristimewa bagi dosen-dosen agama Universitas Pamulang (UNPAM). Karenanya, Rektor UNPAM Bapak Dr. Dayat Hidayat, M.M dan Warek II, Bapak Dr. Subarto, MM bisa menghadiri pertemuan Lembaga Kajian Keagamaan UNPAM (LKK) dan memberikan pencerahan bagi semua dosen-dosen agama dari berbagai prodi. Pertemuan yang diadakan di ruang kaca lantai 2 gedung pusat UNPAM berjalan dengan lancar, pertemuan dimulai pukul 16.00 hingga pukul 18.00 WIB. Dalam penjelasannya, Pak Rektor dengan penuh semangat dan antusias memberikan motivasi serta asal usul berdirinya Universitas Pamulang.

Pak Rektor sangat berbahagia diberikan kesempatan untuk hadir dan bisa memberikan wejangan secara langsung serta nasehat kepada seluruh dosen-dosen agama UNPAM. Dosen agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter seluruh mahasiswa UNPAM agar mempunyai karakter religius dan bermental wirausaha. Lanjut beliau, bahwasannya UNPAM bisa berhasil membangun gedung yang besar ini dibutuhkan pengorbanan dan kerja keras. Proses yang tidak mudah dan penuh liku-liku.

2

Pak Rektor menuturkan, sejarah berdirinya UNPAM saat beliau masih menjadi guru dan sedang mengecor perpustakaan masjid lantai 2 yang akan dibuat perpustakaan bersama warga. Saat mengecor itu, Pak Rektor dipanggil untuk bergabung untuk membuat konsep Universitas. Konsep yang bercirikan dan berkarakter religius serta bermental wirausaha, untuk menghadapi persaingan lulusan yang berkompetensi tinggi dan menghadapi perkembangan zaman yang terus berubah.

Pak Rektor dan tim tak segan-segan menyebarkan brosur dimana-mana, ke pelosok daerah terpencil, pesantren, hingga pos ojek, dan tempat-tempat yang tidak terjangkau sekalipun. Bahkan meminjam uang 200 juta untuk membangun pun semua bank menolak, namun hanya satu bank saja yang menerima yaitu bank DKI. Tahun 1999 mulai bergerak, hingga tahun 2000 dan 2004 banyak dosen yang hilang, karena mereka selalu digaji setiap tanggal 42. Bahkan Pak Rektor siap mengganti dosen yang tidak hadir, walaupun hanya mengajar 1 atau 2 mahasiswa dikelas.  Beliau juga tidak digaji selama 4 tahun mengajar. Hingga tahun 2004, UNPAM diberikan ke pihak Yayasan Sasmita Group 100 persen tanpa syarat. Pihak Yayasan Sasmita Group kemudian menunjuk pak Dayat untuk melanjutkan konsep Universitas yang telah dibentuknya itu.

Begitu banyak lika-liku yang Pak Rektor hadapi supaya UNPAM menjadi besar. Belum lagi menghadapi regulasi pemerintah, agar dosen harus lulus S2 dan sudah ber-NIDN. Jika tidak UNPAM tidak mau dibubarkan. Dalam waktu yang pendek, kami harus mencari 1500 dosen dan mengusahakan agar semua dosen ber-NIDN. Setelah gedung dibangun, menuju kualitas butuh perjuangan. Titik terlemah suatu universitas dan juga di UNPAM adalah sumber daya manusia (SDM). Universitas lain, walaupun sarana dan prasarana tidak semegah UNPAM namun sudah banyak profesor, guru besar bahkan dosennya sudah bergelar doktor.

Dalam usianya 14 tahun, 1814 dosen UNPAM alhamdulilah sudah ber-NIDN. Maka wajib setelah itu mengurus JAFUNG (Jabatan Fungsional). Jika dosen malas mengurus itu maka tidak akan dapat jam mengajar. Bagi yang sudah mempunyai JAFUNG wajib melakukan Tridharma Perguruan Tinggi. Setelah itu mengurus SERDOS (Sertifikasi Dosen), agar dosen digaji oleh pemerintah selama usia 65 tahun. Pak rektor juga terus menghimbau, agar seluruh dosen wajib melakukan penelitian, membuat Jurnal dan PKM.

3

Diakhir penjelasanya, Pak Rektor berpesan agar tidak mengecewakan mahasiswa yang sudah jauh-jauh datang untuk belajar di UNPAM. Pak Rektor sewaktu mengajar selalu menunggu mahasiswa walaupun yang hadir hanya 1 mahasiswa saja. Tanamkan komitmen sebagai dosen teladan yang mengajar penuh dedikasi tinggi dan penuh keikhlasan. Terlebih dosen agama, mempunyai peran yang strategis dalam pembentukkan karakter religius sesuai dengan visi misi UNPAM kedepan, (deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *