TV One gelar program Damai Indonesia di Masjid Darul Ulum 2 Viktor Universitas Pamulang dengan judul “Pernikahan Beda Agama dalam Al-Quran” pada Sabtu (12/3/2022). Narasumber Damai Indonesiaku kali ini adalah Habib Nobiel Almusawa dan Abah Roudh Bahar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Dr. E Nurzaman, M.Si beserta Dekan, Kaprodi, Dosen dan Mahasiswa Universitas Pamulang.

WhatsApp Image 2022-03-12 at 16.17.34

Dalam ceramahnya, Abah Roudh Bahar mengatakan bahwa nikah agama itu termasuk pernikahan yang batil. “Nikah beda agama itu agama akan tercampur aduk. Toleransi itu jangan memaksakan orang lain. Dalam ajaran Islam, hak itu tetap hak, batil tetap batil. Pernikahan harus dengan sesama agama, suami adalah mukmin, istrinya mukminah. Selain seperti itu maka telah masuk kedalam pernikahan yang bati,” ujarnya.

Abah Roudh melanjutkan, nikah agama itu dilarang oleh agama. “Sebagaimana tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 221.  Organisasi Ulama (NU) seta para ulama juga mengatakan tidak sah menikah beda agama. Jika ada yang melangsungkan pernikahan beda agama, maka dianggap zina. Karena tidak sesuai dengan yang Allah perintahkan. Tujuan menikah itu untuk mendapat ridho-Nya. . Jika kamu saja bisa melenceng dari tahap-tahapan yang Allah SWT perintahkan, bagaimana bisa sah pernikahan tersebut untuk dijalankan,” ungkap Abah.

Abah melajutkan, bahwa menikah itu tujuannya adalah menjadi tumah tangga yang samawa. “Tujuan dalam rumah tangga itu sakinah, Mawadah, warahmah. Bagaimana mungkin pernikahan dengan lain agama jika nantinya bisa mendatangkan problem dikemudian hari. Maka dari itu, hindarilah serta bedakanlah makna dari toleransi yang sebenarnya. Toleransi hanya untuk mengeratkan kita sesama insan dalam berhubungan kerabat. Bukan untuk mencampur adukkan iman,” ungkapnya.

“Bahwasannya kita diharamkan menyatukan dua insan jika berbeda keyakinan. Karena itu membuat masalah dikemudian hari yang kita tidak ketahui kapan masalah itu akan datang, bisa saja membuat kita terjerumus dalam menduakan Allah SWT, nauzubillahi minzalik,” pungkasnya.

Narasumber selanjutnya yaitu Habib Nabiel Almussawa. Nikahilah seseorang itu karena agamanya. “Nabi bersabda, nikahi seseorang karena empat hal. Karena rupanya, nasabnya, hartanya dan agamanya. Pilihlah karena agamanya. Karena itu sesuai ajaran Islam,” ujar Habib Nabiel.

Habib juga mempunyai teman non muslim, tapi selalu menjaga toleransi.“Saya mempunyai banyak sekali teman non-muslim, seperti Kristen, Budha, Konghucu. Apakah saya menyuruh mereka masuk ke dalam masjid? Apakah mereka menyuruh saya masuk ke dalam gereja dan kelenteng? Tidak. Seperti itulah makna toleransi, yaitu membatasi. Kalau kalian masuk  ke dalam  pernikahan yang beda agama maka kalian menemukan masalah yang di mana kalian harus menghormati satu sama lain. Sebagai contoh hari raya Natal yang budaya mereka harus minum wine untuk sebagai perayaan, kalian dipaksa minum hanya untuk sebagai kehormatan, apakah itu bukan masalah?” tutup Habib

Liputan juga dimuat di kompasiana silahkan klik

Kontributor : Elvina Arum Permatasari (Jurnalis Prodi Sastra)

Elvina Arum


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/lkk.unpam.ac.id/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *