TV One menggelar acara Damai Indonesiaku dengan judul “Hidayah, Dicari atau Datang Sendiri”di Majid Darul Ulum 2 Viktor Universitas Pamulang pada Sabtu (13/3/2022). Narasumber dalam acara ini adalah Abah Roudh Bahar dan Ustadz Habiburrahman El-Shirazy.

WhatsApp Image 2022-03-12 at 11.45.55 (1)

Acara in juga dihadiri oleh Rektor Dr. E Nurzaman, M.Si, Dekan, Kaprodi, Dosen dan Mahasiswa dari perwakilan berbagai fakultas dan prodi.

Dalam tausiahnya, Abah Roudh Bahar mengatakan, hidayah itu datang dari Allah SWT. “Tidak ada yang bergeser di muka bumI ini walaupun hanya sebesar biji jagung kecuali bergeseran itu di geser oleh Allah SWT artinya tidak ada yang mendapatkan hidayah seorangpun kecuali hakekatnya hidayah itu datang dari pada Allah SWT,” terang Abah.

Abah melanjutkan, bahwa hidayah itu bagian dari rezeki. “Hidayah itu bagian dari RIzki ,konsep hidayah itu “pintunya sama dengan pintu rizki”. Salah satu seseorang itu mendapatkan hidayah dari allah yaitu dengan cara Kembali kepada Allah SWT. Man’anna (orang yang mau bertaubat kepada Allah SWT.) salah satu pintu untuk menjaga hidayah yaitu dengan cara selalu dekat dengan Allah dan juga selalu dekat dengan orang-orang yang berhidayah” ungkap Abah.

Lalu,bagaimana Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki? Ustadz Habiburahman El Shirazy, atau biasa di sapa Kang Abik mengatakan, bahwa Allah lah yang memberikan hidayah.“Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapapun yang dikehendaki oleh-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk,” jelas penulis novel best seller yang berjudul ayat-ayat cinta.

Kang Abik, melanjutkan, bahwa hidayah itu adalah hak Allah. “ Hidayah itu Hak Allah SWT yang diberikan kepada orang -orang yang menghendaki yang selalu dlam lindungan Allah. Maka dari itu harus elalu dekat dengan orang-orang yang mendapatkan hidayah.”Tidak ada yang mau mati sebagai orang berdosa. Jadi, pergilah untuk bertobat dari dosa-dosamu secepat mungkin karena hidup tidak dapat diprediksi,” tutupnya.

Berita juga dimuat di Retizen Republikas silahkahkan klik

Kontributor : Riza Caesar Praditya (Jurnalis Prodi Sastra)

 Riza

 

 


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/lkk.unpam.ac.id/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *