Himpunan mahasiswa (Hima) Program Studi D-III Sekretari menggelar webinar keagamaan secara virtual pada Jum’at (11/12/2020) dengan tema “Seni Menghargai Diri-Sendiri dalam Perspektif Islam”. Narasumber disampaikan oleh Deni Darmawan, M.Pd.I sebagai dosen agama dan ketua Website Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang.

foto webinar

Webinar ini juga di hadiri oleh Kaprodi Porogram Studi Sugiyarto, S.E., M.M dan pembina mahasiwa Hima Sekretari Pendi Ahmad, S.H., M.H serta mahasiwa dari berbagai Fakultas Universitas Pamulang.

Dalam sambutannya, Sugiyarto menyampaikan kegiatan keagamaan di tengah pandemi. “Webinar kajian keagamaan ini sangat penting sekali, apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. Dengan mengikuti kajian ini, mahasiswa bisa menambah pengetahuan agama dan mengimplementasikan agama Islam yang penuh kedamaian, kasih sayang dan toleran,” ungkapnya.

“Jangan terprovokasi dan jangan terbawa arus oleh pemahaman-pemahaman yang radikal, kegiatan yang menyimpang dari akademik dan mahasiswa bisa memfilter dari hal yang negatif,” lanjutnya.

“Mudah-mudahan dengan terselenggaranya acara ini kita sama-sama menyadari apa yang diri kita perlukan, mudah-mudahan kita bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari” ujar Pendi dalam sambutannya sebagai pembina mahasiwa.

“Kegiatan ini untuk mengedukasi dan sama-sama belajar tentang menghargai diri sendiri khusunya dalam perspektif Islam. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan kajian keagamaan ini.” Terang Saskia ketua Hima Sekretari.

Dalam materinya, Deni Darmawan menyampaikan tentang seni menghargai diri sendiri itu “bagaimana kita menghargai diri kita supaya tampak indah, rohani dan jasad kita tampak indah dengan menampilkan perilaku dan tutur kata yang baik. Bersyukur, karena kita di ciptakan oleh Allah swt dengan penciptaan yang sangat baik,” tutur Deni yang juga pembimbing program kampus unpam mengaji (KUM)

“Ulama mengatakan, barang siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal tuhannya. Ketika Allah ciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, dengan segala potensi yang dimiliki, maka manusia harus menyadari dan reflektif bahwa Allah menciptakan dirinya yang terdiri dari unsur rohani dan jasmani. Oleh sebab itu, manusia harus menyayangi dirinya dan menampilkan keindahannya sebagai manusia, disitulah seninya menghargai diri-sendiri,” ujar Deni yang juga suka menulis di media online.

“Manusia diberikan beragam kecerdasan. Kecerdesan spiritual dan emotional akan mengantarkan manusia sampai 80 persen menuju kesuksesan. Jangan rusak diri kita dengan perbuatan buruk seperti memakai narkoba, pergaulan bebas, dan hal negatif lainnya yang merugikan diri kita sendiri,” lanjut Deni.

Pandemi ini merupakan ujian bagi orang-orang beriman. “Pandemi ini adalah takdir Allah dan ujian bagi orang-orang beriman. kita terus berikhtiar agar tetap hidup sehat dan tidak tertular. Jika kurang iman, sebagain orang yang terjerumus kepada hal-hal yang negatif disaat pandemi, seperti memakai narkoba, begal, bahkan bunuh diri. Pandemi ini mengajarkan banyak hikmah, salah satunya selalu bersyukur untuk selalu menjaga diri dan menjaga kesehatan. Itulah seni menghargai diri-sendiri,” tutup Deni dengan penuh semangat.

Kontributor : Anisa Eka (Mahasiswi Sekretari Unpam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *