Khutbah Jumat kembali digelar secara serempak di Masjid Darul Ulum Pusat, Masjid Darul Ulum Witana Harja, dan Masjid Darul Ulum Viktor  Universitas Pamulang pada Jum’at (25/3/2022). Judul khutbah “Kehidupan Yang Berkualitas” disampaikan oleh khatib yaitu Ustadz. Rachmatullah Rusli, M.Pd.I di Masjid Darul Ulum Pusat lantai 6.

Screenshot (256)

Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan Surat An-Nahl ayat 97. “Maksud dari kehidupan yang baik dalam ayat tersebut, adalah kehidupan yang berkualitas. Apa sih kehidupan itu? Kehidupan adalah tanda adanya dan eksistensi diri kita. Kehidupan yang berkualitas itu adalah, kehidupan yang diisi oleh amal shaleh dan kebaikan. Yang mempunyai visi kehidupan, hidup yang selalu bersyukur, hidup yang bermutu dan memiliki derajat yang tinggi. Sehingga menghasilkan kepuasaan dan kebahagiaan,” jelas Rahmat yang sedang menyelesai gelar doktor.

Kehidupan yang berkualitas itu mempunyai indikator. “ Pertama, memahami makna hidup. Dari mana ia berasal, untuk apa dia hidup dan kemana akan kembali. Allah firmankan di dalam surat Al-Baqarah ayat 28. Awalnya kamu mati, kemudian Allah hidupkan dan matikan kembali dan dihidupkan kembali. Sehingga kita harus menyadari kehidupan ini,” terang dosen S1 Akuntasi ini.

Screenshot (259)

Indikator kedua, bahwa kehidupan yang berkualitas itu adalah selalu bahagia. “Kebahagiaan tanda kepuasaan. Hidupnya mempunyai visi dan misi. Manusia ditentukkan oleh faktor genetik. Laki-laki mampu melakukan perannya sebagai ayah, imam, pemimpin,. Perempuan pun demikian, perannya sebagai ibu, istri, dan yang melakukan tugas keluarga di rumah. Semua memainkan perannya sesuai faktor genetika,” ungkap Rahmat yang juga sebagai Da’i Kemanusiaan.

“Indikator ketiga adalah, kehidupan yang penuh berkah. Berkah adalah kebaikkan. Semakin orang berbuat kebaikkan kepada dirinya dan orang lain, maka hidupnya penuh dengan keberkahan. Banyak harta, anak, jabatan, jika terputus dari Allah, maka tidak ada keberkahan. Nabi Muhammad SAW adalah sosok, role model dan contoh untuk kita. Walaupun hidupnya hanya 63 tahun, tapi hidupnya penuh dengan keberkahan. Para ulama, seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hambali, hidupnya penuh keberkahan, karena begitu kebaikkan yang mereka lakukan, karyanya masih terkenang dan digunakan. Dengan ilmunya, menjadi keberkahan untuk mereka,” tutup Rahmat penuh semangat.

Penulis : Amirul Sidiq (Mahasiswa dan Khadim Masjid Darul Ulum Pusat UNPAM)

Editor : Deni Darmawan


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/lkk.unpam.ac.id/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *