Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang (LKK-UNPAM) menggelar khataman, tahlil dna doa bersama secara virtual untuk memperingati meninggal Rektor Unpam  Almarhum Dr. H. Dayat  Hidayat, M.M. bin Sujam Kertamanggala pada Minggu (7/3/2021). Kegiatan ini digelar dari malam pertama sampai malam ke tujuh. Ceramah agama pada malam ke tujuh disampaikan oleh Rektor Program Magister Institut Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ), Prof. Dr. Darwis Hude.

WhatsApp Image 2021-03-07 at 18.54.36

Dalam sambutannya, H. Dr. (H). Darsono menyampaikan ucapan terima kasih. “Terima kasih kepada LKK yang telah menfasilitasi kegiatan ini dan seluruh keluarga besar Sasmita Jaya yang sudah bergabung mendoakan almarhum Pak Dayat. Semoga keluarga diberikan kesabaran. Terima kasih juga kepada Prof. Darwis yang sudah hadir dan akan memberikan ceramahnya,” tutur Pak Dar.

pak dar

Dalam ceramahnya, Prof. Darwis mengingatkan akan kata-kata almarhum ketika bertemu dalam seminar Zakat.”Saat saya mengisi seminar di gedung viktor saya bertemua dengan Pak Dayat yang penuh dengan kesederhanaan dan low profile. Saya tidak menduga jika beliau adalah Rektor. Beliau orangnya tawadhu. Saat bertemu, ada kata yang tersimpan dalam memori saya dari ucapan beliau yaitu kata berkah. Sehingga dengan kata berkah ini, saya ingin mengungkapkan kembali apa yang diucapkan almarhum,” ungkap Rektor Institut PTIQ ini.

“Berkah sudah menjadi bahasa Indonesia. Berkah punya makna yang mendalam. Dalam kamus, berkah mempunyai beberapa makna. Pertama, segala sesuatu yang berkembang dan bertambah dalam kebaikkan. Habis akad nikah, maka didoakan barakallahu lakum, kemudian mempunyai anak dan kebaikkan akan terus bertambah. Dalam surat Qof ayat 9 bahwa air hujan yang turun itu memberi berkah bagi bumi yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang siap dipanen,“ ungkapnya.

WhatsApp Image 2021-03-07 at 20.25.12

“Ketika Unpam dipimpin oleh Almarhum juga membawa keberkahan. Berapa banyak orang-orang bisa kuliah dan menjadi mahasiswa. Tidak pernah terpikir mereka bisa belajar dan kuliah, sebab pendidikan itu katanya mahal. Kuliah Unpam bisa dijangkau oleh masyarakat. Maka disitu ada keberkahan,” lanjut Prof. Darwis.

“Kedua, makna berkah adalah kebahagiaan. Mencari kebahagiaan tidak akan ketemu, sebab kebahagiaan itu diciptakan. Dalam surat Al-Baqarah ayat 201 bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat itu tergantung kita. Jika kebahagiaan itu terletak diharta, coba ditanya orang kaya, apakah dia bahagia dengan hartanya. Kebahagiaan itu bukan karena memiliki kekayaan yang melimpah, tapi kebahagiaan itu bisa kita ciptakan sendiri dengan menolong orang lain, membantu orang lain itu adalah kebahagiaan,” ungkap Prof. Darwis.

“Kebahagiaan juga bisa kita rasakan. Jika kita berada di padang pasir, kita akan bahagia jika ada setetes air. Ketika kita berada dalam goa, maka kita akan merasakan kebahagiaan jika ada cahaya,” tambahnya.

bggnh

Prof. Darwis melanjutkan, bahwa makna berkah ketiga adalah meningkatnya ketaatan. “Berkah itu meningkatkan ketaatan dengan selalu bersyukur, bersabar dan istiqomah dalam taat kepada Allah. Setiap kita sabar, bersyukur dan taat kepada Allah ada keberkahan hidup disitu. Ketika ada ujian kita bisa sabar menghadapinya, maka akan ada keberkahan. Ketika bersyukur dan berbagi kepada orang lain, walaupun kita berbagai hanya melalui doa. Berbagi ilmu atau berbagi materi dengan orang lain maka jiwa, harta dan pikiran kita akan bersih,” ujarnya.

“Sumur jika airnya diambil pasti sumur itu akan bersih. Tapi jika sumur tidak diambil airnya maka akan keruh dan kotor. Jika kita berbagi dengan orang lain, maka pikiran dan fisik kita akan bersih, namun jika tidak berbagi maka sebaliknya,” tutup Prof. Darwis Hude seraya mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan.

Kontributor : Deni Darmawan