Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang (LKK-UNPAM) kembali menggelar seminar keagamaan yang  berjudul “Relevansi Ramadhan Dengan Pola Hidup Hemat” pada Sabtu (9/4/2022) melalui zoom. Narasumber pada seminar ini adalah Ust. Taufiqurrahman, SQ, atau biasa disapa Ustadz Pantun dan Ust. Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.  Seminar ini digelar untuk meningkatkan keimanan dan ilmu agama untuk para mahasiswa.

flyer

Ketua LKK-UNPAM Dr. H. Sofyan Hadi Musa, Spd.I, M.Ag. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas semua pihak mendukung. “Kami ucapkan terima kasih kepada orang tua kita, ketua yayasan, yang tidak henti-hentiya selalu support dan juga Pak Rektor beserta jajarannya, dan para pemateri serta para dosen dan mahasiswa yang hebat yang telah mensukseskan acara ini. Mudah-mudahan membawa manfaat dan maslahat,” ujar Sofyan.

Sambutan juga datang dari Ketua Yayasan Sasmita Jaya Grup Dr. (HC) H. Darsono yang mengucapkan terima kasih karena terselenggaranya seminar ini. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Sofyan dan LKK yang selalu aktif menyelenggarakan agenda-agenda islami, selalu aktif mengisi suasana kampus sesuai dengan ajaran agama, untuk yang beragama lain semua kita berikan ruang. Kami ucapkan terimakasih kepada LKK yang telah menghadirkan para narasumber yang kompeten, dengan membawa tema yang sesuai dengan keadaan saat ini,” ungkap yang biasa di sapa Pak Dar.

rfrf copy

Dalam paparannya, Ust Pantun mengatakan bahwa di dalam surah ke 17 juz ke 17 ayat ke 27 menjelaskan bahwa orang-orang yang menghamburkan hartanya termasuk dalam golongan syaiton. “Syaiton merupakan makhluk yang ingkar kepada Tuhannya serta kufur terhadap nikmat. Pola hidup hemat yang menimbulkan seseorang menghamburkan sesuatu sangatlah tidak baik dan keluar dari koridor apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW. Serta dapat menyebabkan kita meninggalkan ibadah, seperti contohnya saat berpuasa kita berhemat karena tidak makan tetapi saat berbuka kita memakan begitu banyaknya sampai malas untuk beribadah,” jelasnya.

Ustad Pantun melanjutkan, bahwa orang yang disebut Al-Aqlu jika sistem puasa yang dijalaninya dendaman dan lupa mengontrol diri saat berbuka. “Biasanya makannya banyak ketika berbuka. Sedangkan Al-mutakabbir adalah orang yang sombong, suka berbuka bersama dan sahur bersama namun hanya untuk sebatas pamer. Dan yang terakhir ada Al-bakhil yaitu orang yang punya sifat bakhil atau pelit. Mereka semua yang tidak melakukan dosa, tetapi Allah SWT benci akan sikapnya, “tutup Ustadz Pantun yang tampil di iklan kopi.

Berbeda dengan Ustadz Asrorun Ni’am Sholeh, menurutnya hemat merupakan kata yang memiliki ideologi moderat. “Ideologi jalan tengah, seimbang aspek ruh dan jasmaninya, seimbang duniawi dan ukhrawinya, terakhir seimbang personal dan sosialnya, “ucapnya.

Putri copy 1

 

Seimbang antara aspek ruh dan jasmaninya itu seperti puasa. “Puasa memiliki manfaat ruh dan jasmani. Puasa itu juga menyehatkan sehingga fisik lebih bugar. Islam mengingatkan jangan berlebih-lebihan karena akan berdampak pada kesehatan dan dapat menimbulkan over capasity dalam tubuh,” kata Pengurus MUI Pusat.

Ustadz Asrorun Ni’am melanjutkan, bahwa puasa itu mengkontrol nafsu. “Puasa mengajarkan kita untuk mengontrol nafsu sebagai pembeda antara binatang dan manusia. Kami adalah kaum yang makan sebelum lapar, selesai sebelum kenyang. Makanlah dari yang Halal dan jangan terbelenggu terhadap hutang yang menjerat kita, karena orang yang terjerat hutang dia hidup di luar kemampuan dirinya, “lanjutnya.

Dan yang terakhir seimbang personal dan sosialnya, kewajiban puasa tidak dibebankan kepada mereka yang belum iman atau Islam. “Salah satu rukun puasa yaitu niat, jika kita tidak niat maka tidak tercatat secara sah apa yang dilakukan. Jika hanya mementingkan personal tapi melupakan sosialnya maka puasanya akan sia-sia. Ini yang dimaksud relevansi, “tutup Ustadz Asrorun Ni’am Sholeh”

Diakhir acara, pembagian doorprize menarik yang diberikan secara acak kepada setiap peserta. Seminar keagamaan yang digelar LKK akan selalu meriah dan banjir hadiah. Tidak hanya sertifikat yang didapat, tapi juga ilmu yang bermanfaat.

Penulis: Putri Erinka Indriani dan Elvina Arum (Mahasiswi Sastra Indonesia)

Elvina Arumputroi erinka


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/lkk.unpam.ac.id/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *