Logo

LKK UNIVERSITAS PAMULANG MENGADAKAN RAPAT KERJA

Published on: 10 Agu 2025

PENGEMBANGAN PROGRAM

Rapat Kerja LKK: Beramal dengan Aksi, Bergerak untuk Solusi, Bersama Membangun Negeri

LKK UNPAM— Lembaga Kajian Keagamaan (LKK) Universitas Pamulang menggelar Rapat Kerja dengan judul  “Beramal dengan Aksi, Bergerak untuk Solusi, Bersama Membangun Negeri” pada Jumat (9/8/2025) di Gedung Viktor Kampus 2 Universitas Pamulang, lantai 5.

Acara ini menghadirkan Dr. Sofyan Hadi Musa sebagai Ketua LKK dan Dekan FAI. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Dosen agama, dan pengurus LKK, dengan tujuan memperkuat peran Dosen Agama dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di lingkungan kampus melalui kerja nyata dan kolaborasi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sofyan Hadi Musa menekankan pentingnya keterlibatan aktif para dosen agama di LKK maupun program studi masing-masing. Menurutnya, peran dosen agama tidak hanya terbatas di ruang kuliah, tetapi juga harus meluas pada aktivitas keagamaan dan sosial kampus.

 “Dosen agama adalah motor penggerak dalam menjaga atmosfer religius di kampus. Keterlibatan aktif di LKK akan menjadi wujud nyata pengabdian kita kepada agama dan institusi,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti rasa tanggung jawab moral yang harus dimiliki para dosen agama terhadap LKK. Dengan bahasa tegas namun penuh motivasi, Dr. Sofyan menyampaikan bahwa LKK bukan sekadar lembaga formal, tetapi rumah bersama bagi civitas akademika yang ingin menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai keislaman.

“Kita semua memiliki amanah untuk menghidupkan agama di lingkungan kampus, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui aksi nyata yang bisa dirasakan oleh mahasiswa dan seluruh warga kampus. Hidupkan masjid, Dosen Agama menjadi teladan untuk memakmurkan masjid,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sofyan juga mendorong agar dosen agama aktif di masjid kampus, baik sebagai imam salat maupun sebagai petugas piket yang memastikan kegiatan ibadah berjalan tertib. Ia menilai, keterlibatan langsung di masjid akan menjadi teladan nyata bagi mahasiswa.

“Jika mahasiswa melihat dosennya hadir di masjid, menjadi imam, dan memakmurkan rumah Allah, itu akan menjadi pelajaran yang jauh lebih berkesan daripada hanya mendengar ceramah di kelas,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Sofyan mengingatkan pentingnya pelaksanaan aturan perkuliahan mata kuliah agama secara konsisten. Ia mencontohkan program hafalan Al-Fatihah, bacaan tahiyat awal dan akhir, serta pelaksanaan kontrak perkuliahan yang disiplin sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa.

Menurutnya, hal-hal tersebut bukan sekadar tugas akademik, tetapi sarana membentuk kecintaan mahasiswa pada ibadah. “Mata kuliah agama adalah ladang dakwah. Jika kita jalankan dengan sungguh-sungguh, kita bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Sentuhan Dosen agama akan diingat kata dan perilakunya bagi mahasiswa kelas,” paparnya.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat. Para dosen yang hadir terlihat antusias mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Beberapa di antaranya bahkan mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar keterlibatan mereka di LKK dan kegiatan masjid.

Interaksi ini menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan oleh LKK benar-benar menyentuh dan relevan dengan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Di sela acara, Ketua LKK Universitas Pamulang menyampaikan apresiasi kepada seluruh Dosen Agama atas usahanya. Ia juga mengajak seluruh dosen agama untuk bersama-sama menghidupkan kegiatan LKK. “LKK adalah wajah religius kampus kita. Semakin aktif kita di dalamnya, semakin kuat pula identitas keislaman yang kita bangun di Universitas Pamulang,” ujarnya.

 Dr. Sofyan memohon agar seluruh Dosen Agama senantiasa diberikan kekuatan untuk beramal dengan aksi, bergerak mencari solusi, dan membangun negeri dengan kontribusi nyata. Para Dosen Agama dengan wajah penuh semangat, membawa tekad untuk lebih aktif dalam menghidupkan suasana religius di kampus.

Dengan adanya kegiatan ini, LKK Universitas Pamulang menegaskan kembali komitmennya sebagai lembaga yang tidak hanya mengkaji, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus.

Pesan yang mengemuka adalah bahwa membangun negeri dimulai dari membangun pribadi dan lingkungan terdekat, termasuk kampus sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi. Seperti yang disampaikan Dr. Sofyan Hadi Musa, “Beramal itu harus dengan aksi. Bergerak itu harus untuk solusi. Dan membangun negeri harus dilakukan bersama-sama, dengan hati yang tulus dan kerja yang ikhlas,” tutupnya.

Kontributor : Deni Darmawan (Dosen Agama dan Pengurus LKK)

Berita Relative