Meniru Khuluqin 'Adzim: Meneladani Haya' (Rasa Malu) Rasulullah
Published on: 15 Jun 2026

PENGEMBANGAN PROGRAM
UNIT PENGUMPUL ZAKAT- Lembaga Kajian Keagamaan Unit Pengumpul Zakat Universitas
Pamulang menyelenggarakan kajian Duta
LKK-UPZ Tahun Akademik 2025–2026 dengan tema “Meniru Khuluqin 'Adzim:
Meneladani Haya' (Rasa Malu) Rasulullah”. Tema ini dipilih untuk
menumbuhkan kembali benteng moral dan akhlak mulia di kalangan mahasiswa,
khususnya para penggerak kegiatan keagamaan ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada
hari Jumat, 12 Juni 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di
Masjid Darul Ulum Viktor Lantai 2.
Bunda Endah Mawarny, S.Pd.I., M.A. sebagai pemateri dalam kajian
ini, mengajak para peserta untuk memahami makna haya’ atau rasa malu
dalam perspektif Islam. Menurut beliau, rasa malu bukanlah sikap yang
menunjukkan kelemahan atau kurangnya rasa percaya diri, melainkan sebuah
karakter mulia yang mampu menjaga seseorang dari perbuatan yang tidak diridhai
Allah SWT.
Bunda Endah juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan
terbaik dalam menerapkan sifat haya’. Rasa malu yang dimiliki Rasulullah
tercermin dalam perilaku beliau yang santun, penuh adab, serta selalu menjaga
kehormatan diri dan orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi sangat relevan
untuk diterapkan oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman dan arus
informasi yang begitu cepat. “Kita sendiri memiliki keunikan yang tidak
dimiliki orang lain”. Ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa setiap
individu memiliki kelebihan dan kekhasan masing-masing yang perlu disyukuri dan
dikembangkan. Dalam kaitannya dengan tema kajian, sifat haya’ yang
dicontohkan Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk bersikap rendah hati,
tidak berlebihan dalam menampilkan diri, serta senantiasa menjaga adab dan
akhlak dalam memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki.
Bunda Endah juga mengingatkan pentingnya memelihara rasa malu
sebagai bagian dari keimanan. Beliau mengaitkan hal tersebut dengan firman
Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 30–31 yang memerintahkan kaum mukmin untuk
menjaga pandangan dan kehormatan diri. Menurutnya, sikap tersebut merupakan
salah satu bentuk implementasi sifat haya’ yang dicontohkan Rasulullah
SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi sarana untuk menambah wawasan keislaman, kajian
bulanan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi para anggota Duta UPZ.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk merefleksikan kembali pentingnya
menjaga akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan
keluarga, kampus, organisasi, maupun masyarakat luas.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu
peserta. Dengan berakhirnya kajian ini, diharapkan semangat untuk terus
memperbaiki diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dapat senantiasa tertanam
dalam diri setiap peserta, sehingga nilai-nilai yang diperoleh dari kajian
tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan
nyata. (NJ)




